Sabtu, 01 Agustus 2015


 
Puisi Cinta Untuk Istriku
Langit di awal Agustus berarak dalam semilir angin
bersama kabut yang menyelimuti dinginnya malam
Aku menanti detik demi detik waktu
Mencoba untuk tidak menutup mata
Menggerakkan jiwa mengusir kantuk yang membelai kelopak mataku disisi tempat tidurku
Aku yakin angin sedang menemaniku
Menunggu waktu menegaskan pergantian hari dan tanggal
dimana saat akan kukatakan sepatah kata untukmu, istriku
…..SELAMAT ULANG TAHUN BELAHAN JANTUNGKU….

Ada cinta yang kusimpan dihatiku hanya untukmu
Ada doa yang kupendam disanubariku
Ada kasih yang kujaga untuk kau miliki
Ada janji yang kuingin hanya dalam genggamanmu

Lewat tengah malam ini
33 Tahun telah kau berjalan meniti hidupmu
Meski baru sesaat waktu yang kujalani bersamamu
Tetaplah kau adalah hal terbaik dalam hidupku

Pejamkan matamu
Ada sebuah hadiah untukmu
Ada cinta untukmu
Cinta yang berbungkus ketulusan dan harapan

Biar kugenggan tanganmu
Menatap langit esok
seiring bergumamnya doa bersama
Memohon keabadian cinta diantara aku, kau dan kedua buah hati kita
Memohon segala kebaikan menemanimu dan keluarga kita

Karena hatiku dipenuhi cinta untukmu……


Do’a untuk sang belahan jiwa

Ya Rabb,
kutitipkan rindu pada belahan kalbu
kutitipkan rasa sayang yang tak pernah lekang
kutitipkan cinta sepenuh jiwa padanya
saat musim berganti, cuaca berubah
semoga waktu mencatat
perjalanan usianya kian berkah
segala harap dan doa diijabah
segala urusan dipermudah

Ya Rabb,
di hari jadinya ini aku memohon
jadikanlah ia ahli surga kelak
yang selalu menghembuskan zikir
pada tiap helaan napas
jadikanlah ia pribadi yang sholikhah
yang selalu tunduk dan pasrah pada-Mu

Ya Rabb,
sayangi dan cintai dia
taburkan bunga-bunga kesabaran
di sepanjang jalan usia
dan izinkan kami mengarungi hidup bersama
di sisa usia yang Kau limpahkan

Ya Rabb,
ampunilah kami bila masih saja ada
sesuatu yang tak menjadi perkenan-Mu
dan biarkanlah sepotong rembulan
yang dijanjikan malam
tak lagi sembunyi di balik awan



Kamis, 09 Januari 2014

Pernahkah Anda berpikir sepertinya tidak ada satu orang pun yang mendukung Anda. Bukannya Anda mendapatkan dukungan, malah Anda disalahkan. Bukannya Anda dibantu, malah Anda disalahkan. Atau mereka begitu tidak peduli dengan perjuangan Anda. Padahal, perjuangan Anda begitu berat, sangat membutuhkan bantuan. Kemudian membuka internet, disana ternyata ditemukan orang-orang ahli. Ada ahli bisnis, pemasaran, motivator, dan berbagai bidang lainnya. Namun seolah mereka begitu pelit menjawab pertanyaan. SMS tidak dijawab, inbox di facebook tidak dijawab, email apa lagi. Saat di telpon tidak diangkat atau diangkat oleh asistennya. Akhirnya mereka (para ahli) dimaki-makinya. Stop, Jangan Kekanak-kanakan Semua berawal dari Anda sendiri. Jangan terus menyalahkan orang lain. Mungkin, sepertinya masuk akal dan bisa fahami kalau orang lain itu salah. Tapi semuanya tidak ada manfaatnya. Andalah yang bertanggung jawab untuk membangun masa depan Anda sendiri, bukan orang lain. Tidak ada gunanya. Semua orang punya masalahnya dan yang paling bertanggung jawab atas diri Anda adalah Anda. Begitu juga orang lain, mereka bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Berhentilah Menuntut Orang Lain Perilaku kekanakan adalah suka menuntut orang lain. Anak-anak wajar saat dia menuntut orang tuanya untuk membelikan sesuatu. Jika Anda sudah tidak anak-anak lagi, berhentilah menuntut orang lain agar mau membantu Anda agar mau melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan sendiri. Yang paling utama harus dituntut adalah Anda sendiri. Tuntutlah Anda sendiri agar menjadi pribadi yang mampu, pribadi yang mandiri, dan pribadi yang lebih baik. Jika menuntut diri sendiri aja sulit, apalagi menuntut orang lain. Bukankah Para Master Itu Harus Membantu Orang Lain “Lalu mengapa mereka sulit dimintai bantuan?” Ya, betul sekali. Termasuk diri Anda sendiri pun harus membantu orang lain! Dan Anda bisa mulai dengan membantu diri sendiri. Saling membantu adalah kewajiban setiap manusia, termasuk diri Anda juga wajib saling membantu. Kalau dikatakan sulit, tidak juga. Saya banyak menerima bantuan dari mereka. Dan saya juga berusaha membantu orang lain semampu saya, sesuai dengan kapasitas saya, dan waktu yang saya miliki. “Buktinya mereka tidak mau membantu saya! Katanya wajib saling membantu.” Ya, wajib saling membantu. Termasuk Anda juga wajib membantu. Sudah? Mereka wajib membantu sesama, tetapi tidak harus Anda. Memangnya cuma Anda yang butuh bantuan? Berhentilah Bersikap Menjadi Korban Jangan terus berpikir kalau Anda ini adalah korban keadaan. Memangnya dengan seperti akan menjadikan diri Anda lebih baik? Memangnya orang lain akan berbondong-bondong membantu Anda? Tidak! Andalah yang harus mandiri, Anda yang bertanggung jawab untuk diri sendiri. Anda bukan korban, Anda hanya berpikir sebagai korban untuk menutupi kelemahan Anda. Semua orang menghadapi masalah. Semua orang juga berada dalam kondisi yang sulit. Bedanya adalah ada yang bangkit dan berusaha memperbaiki diri sendiri atau hanya mengeluh merasa diri sebagai korban. Jika Anda bersikap sebagai korban, mungkin Anda akan terus seperti ini. Namun saat Anda mengambil tanggung jawab, lihatlah diri Anda nanti akan segera berubah ke arah yang lebih baik. Insya Allah. Pilihan Diantara Dua Sakit Pertama: Bukankah rasanya sakit saat “merasa” diabaikan oleh orang lain? Anda memiliki dua rasa sakit. Yang pertama sakit karena Anda merasa menjadi korban dan yang kedua sakit karena merasa diabaikan orang. Kedua: Ada pilihan lain. Sama, yang ini juga sakitnya ada dua. Pertama sakit saat Anda menerima bahwa apa pun kondisi Anda saat ini adalah kesalahan Anda alias mengambil tanggung jawab. Kemudian Anda akan menemukan akar permasalah sehingga akan menuju sakit berikutnya, yaitu sakit saat memperbaiki diri. Anda akan capek, perlu berjuang, dan berkorban untuk memperbaiki diri. Pilihan ada ditangan Anda. Apakah memilih yang pertama atau yang kedua? Saya yakin, jika Anda sudah memahaminya, Anda akan memilih yang kedua. Sama-sama sakit (mungkin) tetapi akan membawa kebaikan di masa depan. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS 13:11) Jangan pernah berharap orang lain yang akan mengubah nasib Anda. Tetapi Anda sendirilah harus mengubahnya, tentu dengan pertolongan Allah. Pilihlah pertarungan Anda dan jdaikanlah diri Anda yang bisa menerima kesalahan dan tidak membela posisi Anda. Anda akan mencapai yang lebih banyak dan lebih baik dengan pola pikir semacam ini daripada menggunakan perasaan selalu benar. Pertarungan ini sakit, sama-sama sakitnya. Tapi akan lebih baik untuk masa depan Anda. Kehidupan yang sukses adalah tentang apa yang Anda putuskan selanjutnya. Ambilah keputusan untuk mengambil tanggung jawab dan mau memperbaiki diri. Lupakan menyalahkan orang lain, para guru, kondisi, dan sebagainya. Daripada sialahkan lebih baik diperbaiki, termasuk memperbaiki diri Anda sendiri. inShare

Sumber: http://www.motivasi-islami.com/saat-semua-orang-seakan-tidak-mendukung-kita/